Review : all-American girl

All-American Girl

all-American girl – —Pahlawan Amerika—

Penulis: Meg Cabot

Alih bahasa: Monica Dwi Chresnayani

Desain dan ilustrasi sampul: Kitty

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 979-22-0982-4

Cetakan: III (Mei 2005)

Jumlah halaman: 328 hlmn

*

šBLURB›

Sepuluh alasan Samantha Madison bingung berat:

  • Kakaknya cewek paling gaul di sekolah.
  • Adiknya cewek paling cerdas di sekolah.
  • Dia naksir pacar kakaknya.
  • Dia tertangkap basah menjual gambar selebritis yang dibuatnya di sekolah.
  • Dan karena itu dia terpaksa ikut les menggambar.
  • Dia menyelamatkan Presiden Amerika Serikat dari percobaan pembunuhan.
  • Dan karena itu seluruh dunia menganggapnya pahlawan.
  • Padahal Samantha tahu pasti dia sama sekali bukan pahlawan.
  • Sekarang dia ditunjuk jadi duta remaja untuk PBB.

Dan alasan nomor satu kenapa Samantha bingung berat:

  • Kayaknya putra presiden naksir dirinya

*

“Kau memang mendengar kata-katanya, tapi tidak mendengarkan. Ada perbedaan antara mendengar dan mendengarkan, sama halnya seperti melihat dan mengetahui.”

-Susan Boone (hlmn 295)

Actually, sudah kesekian kalinya (tujuh atau delapan atau lebih? entah) saya menamatkan novel karangan Mbae Meg yang bergenre teenlit ini. Dan tujuan saya membaca ulang, selain untuk menyegarkan pikiran, juga sebagai bahan referensi dalam proyek novel yang saya dan partner saya, Terdevan, kerjakan sejak awal Maret ini. B-but, sadly, it didn’t work. And i felt like i still have to complete it first, tho. So here i am, bringing you my review about this coolest book ever. Yasss!!!

Berkisah tentang Samantha Madison—anak tengah, kidal, yang merasa apatis terhadap generasinya sendiri, tukang pilih-pilih makanan, culun, penyuka ska dan murid paling dibenci di SMU—yang jatuh cinta kepada Jack Ryder, pacar kakak kandungnya sendiri, Lucy Madison.

Samantha yakin kalau Jack adalah belahan jiwanya—ia bahkan mampu menyebutkan ‘10 alasan mengapa Samantha lebih pantas menjadi cewek Jack dibanding kakaknya, Lucy’. Samantha juga yakin kalau tiap-tiap yang dilakukan Jack—mulai dari menembaki laboratorium ayahnya yang digunakan untuk mengujicobakan obat-obatan, berenang telanjang pada malam hari karena peraturan tentang baju renang yang terlalu ketat, hingga seringnya selisih paham antara Jack dan kepala sekolah—adalah suatu tindakan radikal yang menurutnya benar dan pantas untuk didukung. Karena dia tahu, orang-orang seperti Jack dan dirinya sendiri, yang tidak hanya tertarik pada video apa yang menduduki puncak tangga lagu sekarang ini, memiliki keprihatinan terhadap apa-apa yang terjadi di negara yang mereka cintai ini.

Namun semua berubah ketika negara api menyerang.

Lame joke, huh? Ehe.

Namun semua berubah ketika Sam ketahuan menjual gambar-gambar selebritis saat pelajaran bahasa Jerman. Mr. dan Mrs. Madison marah besar ketika tahu hal ini. Dan esoknya, tanpa persetujuan yang bersangkutan, Samantha diwajibkan ikut kursus menggambar di Susan Boone Art Studio dua kali seminggu, masing-masing selama dua jam.

Sam yang merasa sebal kepada Susan karena ocehannya tentang ‘menggambar apa yang kaulihat, bukan yang kauketahui’, memutuskan untuk memberontak pada jadwal kursus selanjutnya, seperti yang Jack anjurkan, karena merasa telah dipermalukan pada pertemuan pertama mereka.

Pertemuan pertama yang juga terasa manis antara Sam dan David, cowok keren yang satu kelas dengannya.

Namun ketika Sam membolos, sebagai upaya pemberontakan terhadap Susan Boone sang diktator seni, ia berakhir dengan menyelamatkan nyawa Presiden Amerika Serikat dari percobaan pembunuhan oleh maniak lagu Uptown Girl di depan toko kue Capitol Cookie yang seketika membuat hidupnya berubah total.

Apakah Sam mampu mendapatkan hati Jack?

Lalu apakah makna atas senyuman David yang misterius?

Dan bagaimana ia tetap bertahan hidup setelah begitu banyak hal yang berubah di dalam hidupnya?

Saksikan episode Uttaran berikutnya!

#WOOO!!! Walaupun sudah berkali-kali membaca novel Mbae Meg ini, namun tak secuil pun bosan terasa di dalam sukma renjana. Karena gimana, ya? Menurut saya membaca sebuah novel berulang kali itu mempunyai sensasi tersendiri. Hal-hal yang luput saat membaca untuk pertama kalinya, ditemukan saat baca ulang kedua kali, dan begitu seterusnya.

Dan bukankah menyenangkan, mengetahui ada beberapa hal yang tak akan pernah berubah di dalam hidup ini?

Ehe.

Sebelumnya, berikan saya waktu dan kesempatan untuk melayangkan standing ovation kepada Mbae Monica sebagai alih bahasa (yang saya asumsikan jua sebagai editor) yang mampu men-translate-kan seluruh isi buku dengan… duh, gimana ya jelasinnya. Kalau cuma emejing, keren atau apalah, kok kayak melecehkan.

Karena hasil translate-nya, jauh dari sekadar bagus.

Amazingly wonderful!

Nggak ngerti lagi belajar dari mana mbaknya.

Dan mungkin standing ovation yang lebih gempita untuk sang penulis sendiri, Mbae Meg, yang mengantarkan saya ke dalam dunia Sam yang lebih dari sekadar amazingly wonderful!

*speechless*

Uh, oh. Sekali standing ovation lagi untuk Mbae Kitty atas desain sampul yang aduhai kerennya. Jujur, lebih suka versi Indonesianya daripada versi asli, ehe.

Duh gimana ya, kalau begini terus yang ada bukan review jatuhnya, tetapi ajang muji-muji, ehe. Karena ketika saya membaca buku ini, tidak ada typo, cerita bagus, alur baik, konsep mengagumkan, dan lain sebagainya yang pasti bakal membuat kalian terkagum-kagum ketika membaca buku ini.

Overall, teknisnya tak memiliki cela. Perfect.

Jadi mari, kita ke ranah subjektif saja.

Dilihat dari blurb di atas, hal-hal seperti; sepuluh alasan Samantha Madison bingung berat sepuluh alasan kenapa Sam membenci Lucy, sepuluh fakta tentang Dolley Madison, hingga sepuluh hal yang memungkinkan Sam akan mati muda, akan dapat kalian temukan di dalam buku ini.

Dan menurut saya, hal itulah yang membuat buku ini memiliki konsep yang sangat unik dan mengagumkan. Karena kalau kalian membacanya, maka kalian akan menemukan benang merah antara sepuluh hal-sepuluh hal itu dengan cerita intinya. So, jangan malas untuk membaca selingan-selingannya yang tak hanya lucu, namun juga sangat mengedukasi.

Bukankah dewasa ini sangat sulit menemukan buku fiksi yang selain bagus juga mengedukasi?

Tema serta ceritanya juga benar-benar berbeda. Coba beritahu saya buku apa, selain buku ini, yang menceritakan tentang remaja yang menggagalkan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat? Jarang, kan? Atau malah tidak ada? Itulah yang membuat buku ini terasa berbeda dari buku-buku teenlit lainnya.

Kekhasan buku ini, dan juga buku-buku karangan Mbae Meg lainnya, adalah porsi dialog dan porsi paragraf deskripsi-narasi yang sangat berbeda. Jadi jangan heran kalau Sam bilang “A” kepada Jack, maka akan disela jeda panjang berisi paragraf deskripsi-narasi berhalaman-halaman, baru kemudian Jack merespon “B” kepada Sam.

Pokoknya dijamin keren, deh!

Oh, iya! Biar review saya terlihat lebih unik, maka saya akan memberikan kalian sepuluh alasan kenapa buku ini bagus banget:

  • Kalian nggak akan pernah nemu novel terjemahan yang bahasanya se-asoy
  • Kalian nggak akan nggak jatuh cinta sama Sam.
  • Juga cara berpikirnya dia.
  • Mungkin kalian akan bingung, pada klimaksnya, namun nikmati saja. It’s so worthy.
  • Saya bingung, saya menikmati, saya puas. Terima kasih OnClinic.
  • Banyak fakta tentang seni di dalam buku ini.
  • Juga vagina.
  • Sudahkah saya bilang kalau nanti saya bakal tulis review sekuelnya, Ready Or Not?.
  • Tenang saja, cuma ada dua sekuel.

Dan, alasan paling utama mengapa menurut saya buku ini bagus banget:

  • Umur saya bertambah bulan ini, dan buku ini membuat saya merasa kalau saya ternyata masih sangat, sangat muda. Yay! Forever young, forever happy!

Uh, oh! And here goes rating!

Bintang 5

Advertisements

2 thoughts on “Review : all-American girl

  1. Pingback: Review : Ready or Not | Meesterzena

  2. Pingback: Review : Love, Rosie | Meesterzena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s